Nama usaha Anda
Pratinjau katalog muncul di sini begitu produk pertama diisi.
Memuat halaman...
Alat 2 dari 3
Nama usaha, WhatsApp, produk berfoto : keluar satu lembar katalog siap PDF.
Boleh 0812…, +62812…, atau 812…
Pratinjau seukuran area cetak A4. Di dialog cetak, biarkan Margin: Default dan Skala: 100%.
Pratinjau katalog muncul di sini begitu produk pertama diisi.
Sebagian besar usaha kecil menjual lewat WhatsApp, dan cara yang paling umum adalah mengirim foto produk satu per satu setiap ada yang bertanya. Masalahnya, foto yang tersebar di banyak obrolan sulit dibandingkan harganya, mudah tertinggal, dan membuat calon pembeli harus bertanya-tanya lagi. Katalog merangkum semuanya dalam satu lembar: nama usaha, nomor yang bisa dihubungi, dan daftar produk berfoto beserta harganya. Calon pembeli membaca sekali, memilih, lalu memesan — tanpa bolak-balik tanya.
Lembar yang sama juga dipakai untuk hal lain: dicetak dan ditempel di etalase, dibagikan ke reseller, atau dikirim sebagai lampiran saat ada yang menanyakan produk. Satu kali disusun, katalog ini bekerja berkali-kali.
Calon pembeli memutuskan percaya dalam beberapa detik pertama. Katalog yang baik karena itu memuat identitas yang jelas (nama usaha, kalimat singkat, dan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi), lalu produk dengan nama, foto, dan harga yang tidak ambigu. Tambahkan area layanan di kepala katalog supaya pembeli langsung tahu apakah Anda melayani daerahnya — jauh lebih baik daripada bertanya satu per satu.
Konsistensi juga bagian dari kepercayaan: bila es teh tertulis Rp5.000 di satu tempat dan Rp6.000 di tempat lain, pembeli akan ragu mana yang benar. Kalau ada ongkir atau biaya pengemasan, sebutkan di kepala katalog — misalnya "Ongkir flat Rp5.000 radius 5 km" — alih-alih menyembunyikannya sampai pembeli bertanya.
Contoh angka
Dapur Ibu Sari menyusun katalog enam menu andalan: Nasi Ayam Geprek Rp25.000, Nasi Rendang Rp28.000, Ayam Goreng + es teh Rp22.000, Risoles isi ayam (isi 5) Rp30.000, dan Pudding cup Rp12.000. Kepala katalog berbunyi "Masakan rumahan, antar radius 5 km" dengan nomor WhatsApp di bawahnya. Calon pembeli cukup membalas satu nomor menu untuk memesan.
Pembeli yang menekan tombol Pesan pada Nasi Ayam Geprek langsung diantar ke WhatsApp dengan pesan: "Halo Dapur Ibu Sari, saya mau pesan Nasi Ayam Geprek (Rp25.000). Masih ada?" — tinggal kirim.
Foto tidak harus dari kamera mahal; yang penting konsisten. Ambil di tempat dengan cahaya terang (dekat jendela pada siang hari), pakai latar polos, dan foto setiap produk dengan jarak serta sudut yang sama supaya lembarannya terlihat rapi. Foto diproses di browser Anda — dikecilkan dan disimpan di perangkat, tidak pernah diunggah ke mana pun.
Karena kuota penyimpanan browser terbatas, katalog yang sarat foto sebaiknya segera disimpan sebagai PDF. Bila nanti ingin memperbarui harga atau menambah produk, susun ulang dari PDF lama sebagai acuan — isian lama akan hilang bila data situs dibersihkan.
Alat ini menyediakan tiga bentuk keluaran untuk tiga situasi berbeda. Simpan PDF / Cetak untuk versi cetak A4 atau berkas yang dikirim ke reseller. Simpan gambar menghasilkan PNG yang langsung tampil sebagai foto di obrolan, paling nyaman untuk calon pembeli. Salin daftar harga membuat versi teks dengan penanda tebal WhatsApp — bentuk paling ringan untuk kirim cepat ke satu orang yang sedang bertanya.
Tidak perlu memilih salah satu: banyak penjual mengirim gambar dulu untuk menarik perhatian, lalu menyusul PDF bagi pembeli yang serius ingin memesan banyak. Untuk usaha dengan banyak produk, susun katalog per kelompok — "Katalog Makanan", "Katalog Minuman", "Katalog Frozen" — karena lembar yang fokus mengalahkan satu lembar yang penuh sesak, dan pembeli tidak perlu memperbesar gambar hanya untuk membaca harga.
Katalog menarik pesanan, dan setiap pesanan yang terkirim sebaiknya tercatat. Setelah pembeli memesan lewat WhatsApp, buatkan struknya dengan alat Buat Struk supaya total, ongkir, dan uang yang diterima selalu akurat. Untuk cara memandu pembeli dari katalog sampai transaksi selesai, baca strategi closing penjualan lewat WhatsApp Business.
Tidak. Foto yang Anda pilih dikecilkan di browser Anda sendiri dan disimpan sebagai data di perangkat ini; tidak ada satu pun berkas yang dikirim ke server. Konsekuensinya, katalog tersimpan di browser yang sama — berganti ponsel atau membersihkan data situs berarti isian hilang, jadi simpan PDF-nya untuk hasil yang penting.
Maksimal 24 produk. Batas ini sengaja: katalog ini untuk daftar harga satu halaman yang bisa dibaca cepat calon pembeli, bukan katalog gudang. Bila produk Anda lebih dari itu, susun beberapa katalog berdasarkan kelompok (misalnya 'Menu Makanan' dan 'Menu Minuman') supaya setiap lembar tetap ringkas dan enak dibaca di layar ponsel.
PDF paling rapi untuk dicetak atau dikirim ke reseller. Gambar PNG langsung tampil sebagai foto di obrolan WhatsApp, jadi paling nyaman untuk calon pembeli yang malas membuka lampiran. Daftar harga teks adalah bentuk paling ringan: bisa dibalas dengan satu ketukan, cocok untuk kirim cepat ke satu calon pembeli yang sudah bertanya-tanya.
Di pratinjau, setiap produk punya tombol Pesan yang membuka WhatsApp Anda dengan pesan yang sudah terisi nama barang dan harganya, misalnya 'Halo Dapur Ibu Sari, saya mau pesan Ayam Geprek (Rp25.000). Masih ada?'. Pembeli tinggal menekan kirim. Tombol itu hanya untuk di layar dan tidak ikut tercetak di katalog.
Bisa. Simpan katalog sebagai PDF dengan ukuran A4, lalu cetak di printer sendiri atau di tempat fotokopi. Pratinjau di layar dibuat selebar area cetak A4, jadi hasil cetaknya sama dengan yang Anda lihat. Karena hurufnya dicetak oleh browser, teks tetap tajam di kertas, tidak pecah seperti foto.
Boleh, dan ini pola yang umum: buat satu katalog untuk harga eceran dan satu lagi untuk calon reseller atau toko langganan, dengan harga khusus di masing-masing. Karena isiannya tersimpan per browser, pastikan Anda menyimpan PDF tiap versi supaya tidak tertimpa. Nomor WhatsApp bisa dibuat berbeda untuk tiap versi agar pesanan reseller tidak tercampur.
Punya website, produk, atau usaha?
Cukup isi nama dan kanal seperti WhatsApp, Instagram, atau Shopee. Kami siapkan halaman profilmu yang bisa dipasang di bio, lalu tampilkan di papan peringkat agar lebih banyak orang menemukan dan mengunjunginya.