Ringkasan HPP
Ringkasan muncul di sini setelah biaya dan jumlah produk jadi diisi.
Memuat halaman...
Alat 1 dari 3
Bahan + biaya lain, dibagi jumlah produk : keluar HPP per produk dan saran harga jualnya.
Subtotal bahan Rp0
Subtotal biaya lain Rp0
Produk siap jual dari biaya di atas.
Untuk cek untung atau rugi.
HPP per produk
—
Isi biaya dan jumlah produk jadi, saran harga muncul di sini.
Ringkasan ini bisa dikirim ke partner, pembukuan, atau arsip sendiri. Di dialog cetak, biarkan Margin: Default dan Skala: 100%.
Ringkasan muncul di sini setelah biaya dan jumlah produk jadi diisi.
Kebanyakan usaha kecil menetapkan harga dengan cara yang sama: melihat harga warung sebelah, lalu menyesuaikan. Cara itu terasa aman sampai penjualan mulai ramai dan uang di kas justru menipis. Penyebabnya hampir selalu dua hal yang sama: biaya yang tidak berbentuk barang tidak pernah dihitung, dan total biaya tidak pernah dibagi ke jumlah barang jadi. HPP (harga pokok produksi) adalah biaya yang benar-benar menempel pada satu barang — angka yang membuat Anda tahu apakah harga yang Anda minta membuat untung atau membuat Anda diam-diam membayari pembeli.
Rumus yang dipakai alat ini sederhana: HPP per produk = (bahan + biaya lain) ÷ jumlah produk jadi. Bagian yang sulit bukan rumusnya, tetapi melengkapi kedua sisi pembagian itu tanpa melewatkan apa pun. Untuk itu alat ini memandu Anda berurutan, dan contoh di bawah memakainya dari awal sampai akhir pada satu produksi nyata.
Kolom bahan diisi untuk satu kali produksi: satu resep, satu adonan, satu batch, atau satu hari kerja. Bukan belanja sebulan. Tulis nominal yang benar-benar terpakai, bukan yang dibeli: bila tepung sekarung Rp120.000 dan satu resep hanya memakai seperempatnya, yang diisi adalah Rp30.000. Cara ini membuat HPP jujur terhadap resep yang Anda jalankan, bukan terhadap kebiasaan belanja yang kadang menimbun.
Contoh angka
Dapur Rina membuat satu resep risoles yang menghasilkan 25 pcs. Bahan yang benar-benar terpakai: tepung terigu Rp7.000, ayam Rp18.000, 2 butir telur Rp5.000, sayur dan bumbu Rp8.000, minyak goreng Rp6.000, tepung panir Rp9.000. Subtotal bahan = Rp53.000.
Gas, listrik, kemasan, transportasi, sewa, dan upah tenaga kerja tidak terlihat di belanja bahan, tetapi semuanya nyata. Karena tidak berbentuk barang, biaya ini paling sering dilewatkan. Tenaga Anda sendiri juga biaya. Bila mengerjakan satu batch memakan waktu dan Anda menghargai jam kerja itu, masukkan nilainya — tanpa itu, yang Anda sebut laba sebenarnya adalah upah Anda yang belum dibayar.
Contoh angka
Untuk resep risoles yang sama: gas seperempat isi ulang Rp6.000, listrik Rp3.000, 25 kemasan @ Rp300 Rp7.500, ongkos belanja Rp10.000, dan tenaga Rina 2 jam @ Rp15.000 Rp30.000. Subtotal biaya lain = Rp56.500.
Jumlah produk jadi adalah banyaknya barang siap jual dari biaya di atas. Kalau dari satu resep lahir 25 pcs tetapi 2 di antaranya rusak atau Anda berikan sebagai contoh gratis, bagilah dengan 23 — yang rusak dan yang gratis tetap sudah memakai biaya produksi. Semakin sedikit barang yang benar-benar laku dijual, semakin mahal HPP setiap barang yang tersisa.
Contoh angka
Total biaya batch = bahan Rp53.000 + biaya lain Rp56.500 = Rp109.500. Dibagi 25 pcs risoles jadi, HPP per pcs = Rp4.380. Ini batas bawah: menjual di bawah angka ini berarti setiap pcs yang laku justru menambah rugi.
Alat ini menyarankan harga jual pada marjin 20%, 30%, 40%, dan 50%. Marjin dihitung dari harga jual (harga = HPP ÷ (1 − marjin)), bukan menaikkan HPP dengan persentase. Itu ukuran yang sama dengan yang Anda maksud saat berkata "ambil untung 30%", dan yang sejalan dengan laporan penjualan: bila marjinnya 30%, dari setiap rupiah yang masuk ke kas, Rp300 adalah laba kotor. Harga dibulatkan ke atas ke kelipatan Rp500 supaya mudah dibayar dan marjin yang dijanjikan tidak pernah berkurang.
Contoh angka
HPP Rp4.380 pada marjin 30%: harga = 4.380 ÷ (1 − 0,3) ≈ Rp6.257, dibulatkan ke atas menjadi Rp6.500. Untung Rp2.120 per pcs; bila 25 pcs laku semua, laba satu batch Rp53.000. Biaya batch Rp109.500 tertutup setelah 17 pcs terjual, dan 8 pcs sisanya menjadi laba.
Untuk produk yang sudah punya harga di pasar, isi kolom "Harga jual sekarang (opsional)". Alat menghitung marjin sebenarnya dari harga itu dan memperingatkan bila sudah berada di bawah HPP — keadaan di mana semakin laris semakin besar kerugiannya. Memakai fitur ini rutin adalah cara paling murah untuk menemukan produk yang diam-diam menguras usaha.
Satu perhitungan HPP biasanya membuka pekerjaan lain: menata ulang daftar harga. Saat harga baru sudah diputuskan, pindahkan ke alat Buat Katalog untuk menyusun daftar harga berfoto yang siap dikirim ke pembeli lewat WhatsApp. Menentukan harga juga bukan hanya soal aritmetika — cara angka dipajang memengaruhi keputusan beli, dan itu dijelaskan dalam artikel psikologi harga.
Modal (atau biaya produksi) adalah seluruh uang yang dikeluarkan untuk satu kali produksi: bahan ditambah gas, kemasan, ongkos, dan tenaga kerja. HPP adalah modal itu dibagi jumlah produk jadi, jadi biaya untuk satu barang. Harga jual adalah HPP ditambah laba yang Anda inginkan. Memakai harga jual sebagai patokan tanpa tahu HPP berarti Anda berdagang tanpa tahu batas ruginya.
Dua hal yang sering membuat beda. Pertama, marjin di alat ini dihitung dari harga jual (harga = HPP ÷ (1 − marjin)), bukan menambahkan persen ke HPP: mengambil untung 30% dari harga jual bukan harga pokok. Kedua, HPP selalu dibulatkan ke atas ke rupiah penuh dan harga jual dibulatkan ke atas ke kelipatan Rp500, jadi marjin yang dijanjikan tidak pernah berkurang gara-gara pembulatan.
Semua yang ikut mengeluarkan uang tetapi tidak berwujud barang: gas atau listrik untuk memasak, kemasan, transportasi belanja dan antar, sewa tempat, hingga upah tenaga kerja. Tenaga Anda sendiri juga biaya: bila membuatnya tiga jam dan Anda menghargai waktu itu Rp15.000 per jam, tulis Rp45.000. Bagian inilah yang paling sering terlewat dan membuat usaha terasa laris tetapi uangnya tidak pernah terkumpul.
Itu jumlah produk yang harus terjual sebelum seluruh biaya produksi batch tertutup. Contoh: total biaya Rp109.500 dan harga jual Rp6.500, maka setelah 17 pcs terjual biayanya sudah kembali dan 8 pcs sisanya murni laba. Angka ini berguna untuk tahu berapa banyak yang harus laku sebelum Anda berani menambah produksi.
Tetap. Isi kolom 'Harga jual sekarang (opsional)' dengan harga yang Anda pakai. Alat akan menghitung marjin sebenarnya dari harga itu dan memperingatkan bila angkanya sudah di bawah HPP — artinya semakin banyak terjual, semakin besar rugi. Ini cara cepat memeriksa produk mana yang sebenarnya menghidupi usaha dan mana yang hanya ramai.
Tidak. Semua perhitungan berjalan di browser Anda dan isian hanya disimpan di perangkat ini, supaya hitungan terakhir bisa dimuat kembali saat Anda berkunjung lagi. Tidak ada satu pun angka yang dikirim ke server. Berganti browser atau membersihkan data situs berarti isian ikut hilang, jadi simpan PDF atau gambar hasilnya untuk yang penting.
Punya website, produk, atau usaha?
Cukup isi nama dan kanal seperti WhatsApp, Instagram, atau Shopee. Kami siapkan halaman profilmu yang bisa dipasang di bio, lalu tampilkan di papan peringkat agar lebih banyak orang menemukan dan mengunjunginya.